Pundong, 13 September 2024 – Dalam rangka proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya”, SMAN 1 Pundong sukses menggelar workshop literasi kesehatan bertajuk “Makanan dan Minuman Sehat untuk Generasi Muda”. Acara yang berlangsung di Aula Sadewa pada pukul 09.30 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube SMAN 1 Pundong.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Suin Nanik, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, terutama melalui pemilihan makanan dan minuman yang bergizi.

Sebagai narasumber, Atika Nurul Haniyyah, S.Gz., seorang ahli gizi dari Dinas Kesehatan Bantul, memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai gizi seimbang, pentingnya sarapan, serta dampak buruk konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. Beliau juga memberikan tips praktis untuk menyusun menu makanan sehat sehari-hari.

“Makanan sehat adalah investasi untuk masa depan. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, kita akan memiliki tubuh yang sehat dan bugar, sehingga dapat belajar dan beraktivitas dengan optimal,” ujar Atika. Antusiasme peserta sangat terlihat selama workshop berlangsung. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan. Berbagai pertanyaan menarik muncul, salah satunya mengenai maraknya konsumsi es teh jumbo di kalangan remaja. Atika Nurul Haniyyah, S.Gz., dengan sabar menjelaskan bahwa meskipun es teh dapat menyegarkan, konsumsi yang berlebihan, terutama yang tinggi gula, dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Es teh jumbo memang menarik karena harganya terjangkau dan porsinya banyak. Namun, kita perlu memperhatikan kandungan gulanya. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya,” jelas Atika.

Pertanyaan lain yang menarik adalah bagaimana cara mengetahui kandungan kalori dan gizi makanan kantin yang tidak memiliki label. Menanggapi hal ini, Atika menyarankan agar siswa menggunakan aplikasi penghitung gizi seperti Fat Secret dan lebih selektif dalam memilih makanan. “Perhatikan bahan-bahan yang digunakan. Pilihlah makanan yang banyak mengandung serat, protein, dan vitamin. Kurangi konsumsi makanan yang digoreng, berlemak, dan tinggi gula,” ujarnya.

Selain itu, Atika juga mendorong siswa untuk membawa bekal dari rumah. “Membawa bekal sendiri memungkinkan kita untuk mengontrol jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi,” tambah Atika.

Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter pelajar Pancasila yang berakhlak mulia dan memiliki hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *